Udah lama banget ini nggak maen-maen disini, sudah berjamur blognya.
Maklum akhir-akhir ini saya sibuk
Kenapa? Karena memang giat, banyak pelajaran kosong soalnya.
Kenapa banyak pelajaran kosong? Karena ada akreditasi.
Kenapa ada akreditasi? Karena nggak tau, bukan urusan gue juga kok.
Kenapa kenapa kenapa? kenapa kenapa kenapa? *muter lagunya Adu Sinting - Kenapa*
Ngomongin akreditasi, itu pasti ngomongin tentang KEMUNAFIKAN!! hell yeahhhh!! #np Deadsquad - Pasukan Mati. Atau nggak #np Anang feat Asyanti - Jangan Memilih Aku.
Kenapa gue bilang itu munafik? Karena memang munafik.
Stop kenapa kenapanya, gue emosi.
Masa akreditasi memaksa seluruh siswa untuk menjadi munafik, apalagi waktu hari HAA!nya.
Kenapa tulisannya jadi alay gitu? Kenapa, kenapa ini nggak stop-stop juga? Yaampun, miuan deh.
Sekolah-sekolah dianjurkan untuk menampilkan yang terbaik, agar bisa mendapat nilai yang
Seperti
Mungkin nggak cuman di sekolah gue sih, sekolah-sekolah lain mungkin juga kayak gitu.
Berikut ini gue mau ngasih contoh-contoh kemunafikan yang dilakukan sekolah gue.
1. DARI FASILITASNYA
Fasilitas di sekolah gue nggak sebegitu lengkap sih, nggak ada sofa, cafe, bahkan tempat clubing.
Yang ada cuman kursi kayu, kantin, dan tempat parkir. Tapi wc masih tetep ada lah, nggak mungkin
nggak ada. Tapi yang baru adalah tempat sampah, anjrit kotor banget sekolah gue, sampah aja baru
di kasih waktu akreditasi. Bukan gitu maksudnya, sampah sih
di depan kelas. Tapi setelah akreditasi, sampahnya sekarang ada 3. Maksud gue tempat sampahnya.
Sampah kering, sampah basah, dan sampah masyarakat. Maksud gue sampah bekas masyarakat, jadi
campuran dari bekas-bekas makanan gitu.
2. DARI GURUNYA
Sebenernya dalam hal ini banyak enaknya sih, karena guru-guru jadi sok sibuk #cekdikirokeren.
Jam kosong berserakan dimana-mana, nilai bagus bertebaran, dan spidol gratis berlompatan. Enak
sih kayak gitu mulu, terus apanya yang munafik ya? Mungkin karena guru-gurunya yang sok sibuk
itu, jadi munafik deh.
3.DARI MURID-MURIDNYA
Dari murid-muridnya sih munafiknya cuman dikit, karena mereka itu juga suruhan. Banyak dari
temen-temen gue yang sok munafik, tiba-tiba diam dan bilang "Sssstt diemo, akreditasi loh". What
the hell? "Terus? Lo munafik" dengan lantang gue bilang kayak gitu. Nggak cuman ucapannya,
ludah pun juga ikut berkeliaran. Gue paling benci sama orang yang munafik, apasih enaknya jadi
orang munafk? Nggak ada kan? Yaudah jangan jadi munafik kalau gitu.
Sekian dari gue, gue udah emosi tingkat dewa bujana ini. Gue mau ngacak-ngacak sekolah dan teman-teman gue yang munafik, nggak peduli cowok atau cewek. Tapi yang utama yang bakal gue acakadutkan adalah temen cewek gue.
Buat apa lo lulus dengan hasil kemunafikan guru lo, sekolah lo, bahkan diri lo sendiri. Nggak ada bangga-bangganya.
JANGAN JADI MUNAFIK!! FIK FIK FIK........
Jadi diri lo sendiri, jangan mau disuruh jadi munafik. Tetap teguh pada
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar