Sekarang....
Gemercik sanubarimu membasahi angan-anganku
Sambaran kilatmu membutakan sensor mataku
Kecupanmu terbungkam dalam hatiku
Dan makianmu masih menusuk relung hatiku
Sekarang....
Dengki mulai mengeluarkan darah hitamnya dalam tubuhku
Benci membalutnya dengan manis dan lembut
Amarahku bangkit ingin menerkam hatimu
Seketika itu juga hatiku mati untukmu
Dulu....
Sapaanmu membelai lembut sekujur tubuhku
Senyumanmu bakar darah hitam tubuhku
Teguranmu merampas asap rokok paru-paruku
Dan tatapan matamu tepiskan keegoisanmu
Masih ingin mengingat....
Kedua tanganmu bersetubuh dengan tangan kotorku
Kedua matamu bersetubuh dengan mata najisku
Kedua tanganku menyetubui rambut sucimu
Kedua mataku membakar tatapan indah matamu
Hidungku mencium aroma surga darimu
Hidungmu mencium aroma neraka dariku
Mulutku mengecup kulit dahimu
Dan mulutmu meludahi langkah hatiku
Akhirnya....
Aku muak dengan segala lakuku
Aku muak dengan angkuh dirimu
Aku muak dengan rayuanku
Aku muak dengan bisikanmu
Akhirnya....
Hatiku ingin bersetubuh dengan hatimu
Mataku ingin dibutakan senyummu
Telingaku ingin ditulikan bisikanmu
Dan cintaku ingin mengobati luka hatimu
Lagi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar